Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa

“Dia menuduh saya, dia memfitnah saya, katanya saya menuduh dia ijazahnya palsu,” kata Bill usai membuat laporan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis.
Bill menjelaskan, namanya disebut Roy saat memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri sidang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
“Yang kami laporkan ini adalah gara-gara dia mengglorifikasi soal UNJ-nya. Semakin kita temukan banyak hal yang janggal, termasuk dari pernyataan beliau yang entah kepleset dan kadang ada mens rea-nya,” kata Bill.
Menanggapi laporan tersebut, Roy mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia bahkan menyatakan akan menempuh jalur hukum sebagai respons atas pelaporan itu.
“Jadi enggak apa-apa, Bill, silakan laporkan dan kalau Anda tidak cabut laporannya itu nggak apa-apa, saya justru akan melakukan juga upaya hukum yang lain,” kata Roy saat ditemui terpisah.
Sebelumnya, Roy membantah tudingan Bill yang menyebut ijazah program doktor (S3) miliknya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) palsu.
Menurut Roy, tuduhan tersebut merupakan fitnah yang disampaikan Bill melalui sebuah unggahan video.
“Saya sarankan demi kebaikan, berhentilah menyebarkan fitnah saya berijazah palsu. Tidak ada! Ijazah saya sah dan resmi dari Universitas Negeri Jakarta dan pada saatnya saya tunjukkan juga bahwa IP saya juga clear 3,86 dengan lulus predikat sangat memuaskan ya,” kata Roy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.
Sebelumnya: Mensos Minta Pemda Aktif Perbarui DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran
Selanjutnya: Prakiraan Cuaca BMKG: 7 Provinsi Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Besok 16 Juli 2026
Artikel Terkait
- Sinkronisasi Prodi dengan Kebutuhan SDM, Mendikti Finalisasi Arsitektur Pendidikan Tinggi
- Jembatan Darurat Nagari Anduriang Rampung, Akses Padang Pariaman Berangsur Pulih
- Ruben Onsu Disebut Sampai Utang ke Bank Rp 10 Miliar demi Turuti Keinginan Sarwendah Renovasi Rumah
- Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 18 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI
- “Demokrasi Tidak untuk Dijual”, Inggris Batasi Dana Kampanye dan Pengaruh Orang Kaya
- Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini
- KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Suap Pejabat Bea Cukai
- Tetap Bermusik di Usia 80 Tahun, Ahmad Albar Sebut Satu Hal yang Bisa Menghentikannya
