Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tiket Tembus Rp 1 Miliar, Efek Messi dan Yamal?

KOMPAS.com – Menyaksikan langsung laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol pada Senin, 20 Juli 2026; pukul 02.00 WIB atau 03.00 Wita dan 04.00 Wita, menjadi kemewahan yang tidak bisa dinikmati semua orang.
Harga tiket pertandingan yang mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal itu melambung hingga hampir 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar, menjadikannya salah satu tiket pertandingan sepak bola termahal sepanjang sejarah.
Lonjakan harga tersebut terjadi di pasar penjualan kembali (resale), didorong tingginya permintaan terhadap laga puncak yang mempertemukan dua generasi bintang sepak bola dunia.
Berdasarkan situs resmi penjualan kembali tiket FIFA, tiket termurah pada Sabtu (18/7/2026) pagi dibanderol 6.411,25 dollar AS atau sekitar Rp 115 juta. Namun, tiket tersebut sudah habis terjual hanya dalam hitungan jam.
Sementara itu, kursi di sudut tribun atas dipasarkan dengan harga mendekati 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 179 juta.
Bagi penggemar yang ingin duduk lebih dekat dengan lapangan, harga tiket mencapai sekitar 16.000 dollar AS atau sekitar Rp 287 juta. Adapun kursi premium di area VIP dibanderol hampir 60.000 dollar AS, setara sekitar Rp 1,08 miliar.
Tak hanya di platform resmi FIFA, harga fantastis juga terlihat di sejumlah situs penjualan tiket lainnya seperti SeatGeek dan StubHub.
Di kedua platform tersebut, tiket tribun atas ditawarkan mulai sekitar 10.000 dollar AS, sedangkan sejumlah kursi di tribun bawah dijual mendekati 35.000 dollar AS atau sekitar Rp 628 juta.
Tingginya harga tiket mencerminkan besarnya antusiasme publik terhadap laga yang mempertemukan dua ikon sepak bola dari generasi berbeda.
Di satu sisi ada Lionel Messi yang berpeluang menorehkan sejarah dengan membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia kedua secara beruntun sekaligus gelar keempat sepanjang sejarah.
Di sisi lain, Spanyol mengandalkan Lamine Yamal, bintang muda yang tengah mencuri perhatian dunia dan digadang-gadang menjadi penerus era baru sepak bola internasional.
Jika berhasil menjadi juara, Argentina akan menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada edisi 1958 dan 1962.
Sementara itu, Spanyol memburu trofi Piala Dunia kedua setelah terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010.
Fenomena harga tiket yang menembus lebih dari Rp 1 miliar menunjukkan Piala Dunia telah berkembang bukan hanya sebagai ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga menjadi komoditas hiburan premium.
Keterbatasan kapasitas stadion yang berhadapan dengan lonjakan permintaan membuat harga tiket di pasar sekunder melesat berkali-kali lipat, terutama untuk pertandingan final yang menghadirkan pemain dengan daya tarik global seperti Messi dan Yamal.
Sebelumnya: Temui Massa Mahasiswa, Plt Warek UINSA: Penunjukan Rektor Kewenangan Menag
Selanjutnya: Kawal KDKMP, Kemendes Bareng 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional
Artikel Terkait
- Mendes Tegaskan Pendapatan KDKMP Akan Dikembalikan 80% buat Warga Desa
- Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
- Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim Iran
- Jadwal Kedatangan Mariano Peralta di Persib Jelang Piala Presiden 2026
- Hotman Paris Sebut Kasus ASABRI Mulai Sebelum Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
- SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara
- Ngerinya Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang
- Mitra MBG Ancam Mogok Massal Dapur MBG, BGN: Beri Kami Waktu
