Cerita Pasutri Asal Tangerang Rutin Ikut Event Lari demi Jaga Keharmonisan Rumah Tangga

Tak jarang, pekerjaan kantor membuat keduanya merasa lelah dan sangat stres.
Oleh karena itu, setiap Sabtu dan Minggu, keduanya mencari kegiatan yang menyehatkan sambil menikmati waktu berdua, yakni mengikuti event lari.
Dian dan suaminya tak hanya mengikuti event lari di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia, seperti Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Event marathon terbesar yang pernah diikuti keduanya adalah lomba lari sejauh 30 kilometer di Yogyakarta.
Selain menyehatkan, pasutri itu memilih olahraga lari karena dinilai murah dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya.
"Paling murah terus paling bisa terjangkau. Event-nya juga banyak sekali event lari, jadi terjangkau," jelas Ari.
Ia mengatakan, saking sukanya dengan olahraga tersebut, kini pada hari kerja pun keduanya menyempatkan diri untuk berlari bersama.
"Kita sering setiap minggu pasti ikut event lari, terus weekday-nya juga lari, paling ya tiga hingga lima kilo. Kalau weekend baru kita ikut event lari semacam ini," ucap dia.
Ari mengatakan, di usianya yang sudah menjelang 50 tahun, olahraga lari menjadi kegiatan yang menyehatkan.
Di sisi lain, ia ingin membuktikan bahwa berbagai event lari bukan hanya bisa dinikmati oleh kaum muda, melainkan juga oleh orang-orang seusia mereka.
Sebelumnya: Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
Selanjutnya: Dituding Mangkrak, Manajemen LRT City Pastikan Proyek Berlanjut, Pendanaan Masih Dicari
Artikel Terkait
- 10 Tahun HBC Purwakarta, dari Komunitas Jadi Keluarga Besar
- Kala Pemerkosaan Gadis di Sampang oleh 27 Pria Jadi Atensi Senayan
- Investasi Makin Diminati Anak Muda, Ini Pentingnya Memahami Risiko
- Antisipasi Kekeringan, Walkot Bogor Minta Warga Daftar Sambungan PDAM
- Blibli Gelar Promo 15 Tahun, Belanja Lebih Hemat Sesuai Kebutuhan
- The Odyssey Menguras Tenaga, Christopher Nolan Bakal Vakum 3 Tahun
- Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
- Menakar Kemenangan Narasi dalam Konflik Iran-Amerika Serikat
