Anggaran Bangun Ulang JPO Tendean Belum Ada, Pramono Cari Dana CSR hingga KLB

Pramono menegaskan pembangunan kembali JPO Tendean tidak boleh berlarut-larut.
Menurut dia, keberadaan JPO sangat dibutuhkan mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah dengan lalu lintas yang padat.
“Karena lokasi itu adalah lokasi yang sangat padat dan strategis, harus segera ada JPO untuk menyelesaikan persoalan di lapangan. Jadi, itu yang paling penting,” lanjut dia.
Ia mengatakan, Pemprov DKI masih mengikuti perkembangan penanganan pasca-insiden yang baru selesai dilakukan pada Rabu pagi.
Menurut dia, arus lalu lintas di wilayah Tendean juga baru kembali normal setelah proses evakuasi dan penanganan JPO selesai.
"Saya mengikuti dengan saksama perkembangan yang ada," kata Pramono.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta belum dapat memastikan kapan JPO di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, akan dibangun kembali.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, pembangunan kembali JPO masih menunggu penyusunan perencanaan teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karena proses tersebut memerlukan kajian lebih lanjut, hingga saat ini belum dapat dipastikan waktu pelaksanaan pembangunan kembali JPO tersebut," kata Wenny saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, Dinas Bina Marga memutuskan untuk membongkar JPO Tendean karena hasil pemeriksaan menunjukkan struktur jembatan mengalami kerusakan berat dan sudah tidak aman digunakan.
Langkah tersebut dipilih dibandingkan memperbaiki jembatan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Proses pembongkaran pun telah dilakukan dan sempat menyebabkan kemacetan.
Sebelumnya: TPS di Gunung Putri Bogor Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Bakar Kasur
Selanjutnya: Film Aku Sebelum Aku: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang
Artikel Terkait
- Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap
- Viral Penjual Kolesom Jumbo di Jaksel Disebut Beralkohol, Apa Itu?
- Sudin KPKP Perketat Pengawasan Lapo yang Jual Daging Hewan Penular Rabies
- Hensat Puji Keberpihakan Prabowo Berantas Korupsi di Kasus Febrie Adriansyah
- Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
- Hakim Lerai Debat di Sidang Eks Ketua Ombudsman: Terserah Saksilah
- Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
- Ramai Soal Stiker Retribusi Pemanfaatan RTHP di Yogyakarta, DLH Mengaku Tak Tahu Siapa Penempelnya
