Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Mahasiswi USU

Satuan Tugas Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Sumatera Utara telah meminta keterangan terhadap 10 korban dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di lingkungan kampus USU. Kini polisi juga tengah mengusut kejadian tersebut.
"Kita masih melakukan investigasi bersama dengan Direktorat PPA dan PPO Polda ," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, dilansir detikSumut, Selasa .
Adrian menyebut sejauh ini belum ada korban yang membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan. Meski begitu, polisi tetap turun tangan untuk menginvestigasi peristiwa tersebut.
"Sampai saat ini masih belum ada , makanya kita melakukan investigasi dulu," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Satgas PPK USU Meutia Nauly mengatakan ada kemungkinan korban lebih dari 10 orang. Dia membenarkan terdapat dua kasus pelecehan seksual yang terjadi di Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis .
Namun Meutia mengaku pihaknya saat ini belum bisa memberikan keterangan rinci terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang viral di media sosial tersebut. Menurutnya, keselamatan, kerahasiaan identitas, perlindungan, dan pemulihan korban merupakan prioritas utama Satgas PPK.
Simak selengkapnya di sini.
Simak Video '10 Korban Dugaan Pelecehan Seksual USU Dimintai Keterangan Satgas PPK':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Peringatan Tsunami Dicabut, Tak Ada Kerusakan Besar Imbas Gempa Meksiko
Selanjutnya: Respons Laporan Warga, Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Emas Ilegal
Artikel Terkait
- Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
- Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
- Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita
- Anak 3 Tahun di Kota Serang Kecanduan Rokok, Kerap Pungut Puntung Lalu Diisap
- NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
- Nama Anggota AAA Clan Makin Terkenal, Reza Arap: Gue Tidak Pernah Bisa Jalan Sendiri
- Pelabuhan Petrokimia Gresik Perkuat Logistik Pupuk Lewat Digitalisasi
- Kasus Teror Tetangga di Depok Diduga Berawal dari Perselisihan Sejak 2024
