Mau Nonton Piala Dunia di Rumah, Pasien Puskesmas di Sulbar Kabur Bawa Infus

Seorang pasien pria berinisial W kabur dari puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar , Sulawesi Barat , karena ingin menonton laga Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026. Pasien itu meninggalkan ruang perawatan dengan infus masih terpasang di tubuhnya.
"Iya, tapi katanya salah jadwal . Dia menduga pertandingan main awal tapi ternyata subuh. Dia bawa botol infus dibungkus sarung," kata Kepala Puskesmas Pambusuang, dr A Vita, dilansir detikSulsel, Kamis .
Pasien meninggalkan Puskesmas Pambusuang di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Rabu , sekitar pukul 21.00 Wita. Pihak keluarga awalnya mengira pasien keluar ruang perawatan lantaran ingin ke toilet.
"Tidak ada yang tau kalau ternyata dia pulang jalan kaki, karena pakai sarung-sarung ji, keluarga yang menjaga menduga mau ke toilet," ungkapnya.
Menurut Vita, kaburnya pasien yang bekerja sebagai nelayan itu baru disadari petugas puskesmas ketika akan dilakukan pemberian obat. Pasien kembali ke puskesmas setelah dijemput petugas sekira pukul 23.00 Wita.
"Pas jadwal pemberian obat dicari. Tadi malam langsung dijemput kembali sama petugas perawat yang jaga, jam 11 malam kembali ke puskesmas," ujar Vita.
Baca selengkapnya di sini.
Sebelumnya: Istri Kenang Serda Hengki sebagai Sosok Sederhana, Selalu Mengajarkan Kemandirian
Selanjutnya: Cara Terbaik Menenangkan Anak Tantrum Menurut Psikolog
Artikel Terkait
- Perlukah Sanksi untuk Parpol yang Tak Penuhi Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan?
- Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
- Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
- Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
- Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka
- Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 Senin Sore, Pos Lain Masih Normal
- Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar
- United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
