Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia

Presiden Prabowo Subianto meresmikan panen raya TNI dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kedaulatan pangan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa.
Acara peresmian digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat . Prabowo menegaskan kegiatan panen raya serentak ini menunjukkan ketahanan pangan tidak hanya urusan Kementerian Pertanian.
"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," kata Prabowo.
Prabowo mengungkit kegiatan panen raya jagung bersama Polri juga telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Dia lantas menyebut TNI dan Polri tidak dapat dipisahkan dari rakyat Indonesia.
"Dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini kita menyaksikan panen raya TNI. Ada tebu, ada kedelai, ada padi. Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia," ujarnya.
Setelah berpidato, Prabowo memimpin peresmian panen raya bersama TNI secara serentak di 43 titik se-Indonesia.
"Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Jumat, 17 Juli 2026 dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subiato, Presiden Republik Indonesia, menyatakan panen raya serentak bersama TNI secara resmi dimulai," kata Prabowo diikuti bunyi sirine.
Sejumlah pejabat yang mendampingi Prabowo memimpin peresmian, yakni Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mentan Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD TNI Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAU TNI Marsekal Tonny Hardjono, dan KSAL TNI Laksamana Muhamad Ali.
Sebelumnya: Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri dan TPPU
Selanjutnya: Istana dan Gerindra Kompak Minta Hotman Jangan Kaitkan Febrie dengan Prabowo
Artikel Terkait
- Thierry Henry: Para Pemain Spanyol Sudah Paham Filosofi Sejak Usia 9 Tahun
- Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan
- Trump Cawe-cawe Taktik Inggris, Harry Kane Harusnya Tak Jadi Bek
- Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru
- Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya
- Dulu Ambil Air Pakai Ember, Kini Petani NTT Panen Dua Kali Setahun
- Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
- Viral Pria di Tangerang Tusuk-tusuk Orang Random, Pelaku Ditangkap
