Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026

Agus menyebutkan, di Lanud Abdulrachman Saleh, lokasi yang menjadi pusat panen raya bersama Presiden Prabowo, luas lahan tebu yang siap dipanen mencapai 800,5 hektar.
Lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 72.045 ton tebu dengan nilai jual ke pabrik rata-rata Rp 720.000 per ton.
“Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol industri maupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” ungkap dia.
Agus menyampaikan pendampingan sektor tebu merupakan bagian dari pembagian tugas TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
TNI AU berfokus pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut mendampingi pengembangan kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat mendampingi produksi padi.
Sebelumnya: OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
Selanjutnya: Tak Mau Salahkan Masa Lalu, Davina Karamoy: Memang Sudah Takdirnya
Artikel Terkait
- 6 Cara Alami Menghilangkan Mata Bengkak, Bisa Dicoba di Rumah
- Kalah Terhormat dari Kodai, Alwi Farhan Alihkan Fokus Tatap China Open
- Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026
- Kuda Nil Moo Deng Ramal Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Lolos?
- Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah
- Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia, Lebih Pedas dari Rawit
- 43 PKL di Jaktim Jalani Sidang Tipiring Usai Berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan
- Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
